Wakili Dandim, Kasdim 1601/Sumba Timur Pimpin Upacara Bendera 17-an Juli Tahun 2025

NTT – Sumba Timur, Kepala Staf Kodim 1601/Sumba Timur Mayor Inf. Sambudi Mewakili Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Inf. Dobby Noviyanto. S., S.E pimpin Upacara Bendera 17-an, yang diikuti oleh para Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS Bertempat di Lapangan Upacara Makodim, Jalan Ir Sukarno No 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (17/07/2025)
Dalam amanat Kepada Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI. Maruli Simanjuntak,M.Sc., yang dibacakan Kasdim 1601/ Sumba Timur menyampaikan, Para Peserta Upacara yang saya hormati. Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2025, saya mengingatkan kepada seluruh satuan jajaran TNI AD untuk memastikan pelaksanaan program kerja dan anggaran berjalan efektif, efisien, dan akuntabel.
“Jangan ada celah penyimpangan, sekecil apapun. Gunakan pengawasan internal yang kuat dan pastikan indikator kinerja satuan dapat tercapai secara maksimal,” ujar Kasad.
Lebih lanjut Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengingatkan, pelaksanaan program kerja internal, kita juga harus menyadari peran strategis TNI AD dalam membantu pemerintah baik dalam pembangunan maupun penanganan bencana. Dalam pembangunan, kita merupakan katalisator percepatan pembangunan.
Kasad juga mengapresiasi satuan-satuan yang berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program unggulan TNI AD, diantaranya TNI AD Manunggal Air, Ketahanan Pangan, Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pengoperasian Ponton Pembersih Sampah. Kesemuanya itu bukan sekadar program, tetapi bukti kehadiran negara melalui prajurit untuk mengatasi kesulitan rakyatnya.
Namun, saya perlu mengingatkan bahwa saat ini kita juga tengah digempur oleh ancaman non-militer yang tak kalah serius. Judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) sudah menghancurkan sendi kehidupan berbangsa kita. Keduanya telah merusak moral, merobohkan disiplin, dan mencoreng kehormatan institusi.
Saya tegaskan, jangan sekali-kali terlibat dalam praktik Judol dan Pinjol dalam bentuk apapun. Godaan sesaat ini bisa menghancurkan kehormatan yang telah dibangun seumur hidup. Edukasi juga keluarga dan rekan agar tidak terjerumus. Ingat, praktik Judol dan Pinjol tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga keluarga, institusi, bangsa dan negara. Tunjukkan bahwa kita adalah prajurit pejuang yang berintegritas dan bertanggung jawab serta layak menjadi teladan, Ujarnya.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menekankan empat hal utama.
Pertama, kelola program dan anggaran secara cermat dan bertanggung jawab, agar setiap kegiatan berdampak nyata bagi kesiapan operasional satuan.
Kedua, tingkatkan kesiapsiagaan satuan menghadapi bencana dan kondisi darurat, sehingga seluruh jajaran dapat merespon cepat dinamika perkembangan terkini.
Ketiga, dukung penuh program TNI AD dalam mendukung kesejahteraan rakyat, karena pertahanan yang kuat tak akan terwujud tanpa rakyat yang sejahtera.
Keempat, jagalah kehormatan diri, keluarga, dan institusi dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran moral, hukum, maupun disiplin.
Di akhir amanatnya, Jenderal Maruli berpesan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AD untuk terus berjuang untuk mengabdi kepada NKRI. Bekerjalah dengan kekompakan dan ketulusan hati. Sebab setiap upaya bersama yang dilandasi keikhlasan akan membawa hasil yang menjunjung kehormatan, Pungkas Kasad.