TMMD Boalemo Buktikan Semangat Kemanunggalan Lewat Pembangunan Jalan Desa

BOALEMO – Ketika keterbatasan alat bertemu dengan tekad yang kuat, yang lahir adalah sebuah mahakarya pengabdian. Di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo membuktikan bahwa kekuatan otot dan semangat gotong royong jauh lebih bertenaga daripada sekadar mesin. Jumat (01/05/2026).

Grafik pembangunan jalan rabat beton kembali melonjak tajam dengan penambahan progres sepanjang 70 meter. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa medan yang sulit dan cuaca yang menantang bukanlah penghalang bagi kemanunggalan TNI dan rakyat.

Estafet Angkong, Simbol Perlawanan Terhadap Keterbatasan
Di lokasi pengerjaan, tidak tampak mesin molen raksasa yang mendominasi. Sebagai gantinya, terlihat barisan prajurit dari Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o yang bahu-membahu bersama warga setempat dalam sebuah ritme kerja manual yang presisi.

Gerobak dorong (angkong) dan ember-ember kecil menjadi senjata utama. Material berupa pasir, semen, dan batu spiral diangkut secara estafet, melewati jalur-jalur sempit yang tak tersentuh kendaraan besar.

Debu dan peluh yang bercampur menjadi saksi bisu betapa setiap jengkal jalan ini dibangun dengan ketulusan hati.

“Keterbatasan fasilitas di lapangan justru menjadi bumbu yang mempererat ikatan emosional kami dengan warga. Di sini tidak ada sekat; semua pegang sekop, semua angkut ember. Inilah seni dari TMMD, membangun infrastruktur sekaligus membangun persaudaraan,” ujar salah satu personel Satgas di tengah hiruk-pikuk pengecoran.

Dansatgas TMMD ke-128 Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memberikan penekanan khusus pada aspek fungsionalitas jalan. Baginya, jalan rabat beton ini adalah “hadiah” jangka panjang untuk masa depan Hutamonu.

“Saya instruksikan tim di lapangan untuk tetap menjaga ritme percepatan tanpa sedikit pun mengurangi kualitas campuran beton. Jalan ini adalah urat nadi. Jika jalan ini kokoh, maka jalur ekonomi petani akan lancar, akses kesehatan akan cepat, dan anak-anak sekolah tidak lagi harus berjibaku dengan lumpur,” tegas Letkol Czi Wiratama.

Perwira menengah lulusan Korps Zeni ini menambahkan bahwa pengerjaan manual yang dilakukan secara simultan dan terorganisir justru memastikan setiap detail kepadatan beton terpantau dengan seksama.

Menjemput Target dengan Optimisme
Dengan pembagian tugas yang efektif dan semangat yang terus dipompa, Satgas TMMD 128 Boalemo optimistis sasaran fisik jalan ini akan tuntas 100 persen sebelum tenggat waktu penutupan.

Keberhasilan di Hutamonu ini seolah menjadi pesan kuat bagi seluruh wilayah Boalemo bahwa dengan kemanunggalan, tidak ada tantangan yang terlalu berat untuk ditaklukkan.

Kini, jalan sepanjang puluhan meter yang baru saja mengeras itu mulai membentang, membelah keterisolasian, dan siap menjadi saksi sejarah bangkitnya kemandirian Desa Hutamonu di bawah naungan semangat TNI Manunggal Membangun Desa.(1316).

Mungkin Anda juga menyukai