Pembangunan Jembatan Armco Penghubung Asa Warga yang Lama Terputus
Lombok Tengah – Semangat gotong royong kembali membara di tengah masyarakat. Demi mewujudkan akses jalan penghubung yang selama ini diimpikan, personil TNI Kodim 1620/Loteng bersama warga bahu-membahu memindahkan batu pondasi yang akan digunakan untuk pembangunan Jembatan Armco, di Dusun Ramus, Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Jum’at (12/6/2026).
Sebelumnya, mobilitas warga di kawasan ini sempat terhambat akibat minimnya infrastruktur penyeberangan yang memadai. Melihat kondisi tersebut, satuan TNI Kodim 1620/Loteng turun langsung ke lapangan, membaur bersama masyarakat untuk melakukan aksi gotong royong pembangunan jembatan Aramco.
Menggunakan peralatan seadanya seperti karung untuk mengangut dan memindahkan batu untuk dijadikan sebagai pondasi dasar pembangunan jembatan sehingga dapat memperkuat konstruksi hingga jembatan Armco.
Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti mengatakan, bahwa aksi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah bersama TNI untuk masyarakat melalui bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai penghubung asa masyarakat yang lama terputus.
“Kehadiran Jembatan Armco ini nantinya diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian warga, mempermudah akses pendidikan anak anak sekolah, serta mempercepat distribusi hasil bumi yang selama ini terkendala rute yang memutar jauh,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Aramco dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter ini dikenal menggunakan pipa baja bergelombang (corrugated steel pipe), dipilih karena proses instalasinya yang relatif cepat dan memiliki daya tahan kokoh. Keunggulan ini dinilai sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga akan jalur transportasi yang aman.
Huriah salah satu warga dusun Ramus menyampaikan apresiasi dan terimaksih mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang telah memberikan bantuan melalui program pembangunan jembatan untuk akses pendidikan dan jalur roda perekonomian serta dedikasi para prajurit TNI yang berkerja untuk mewujudkan harapan masyarakat. Warga pun tampak antusias menyediakan konsumsi swadaya di tempat kegiatan gotong royong.
“Harapan kami pembangunan jembatan ini segera tuntas dikerjakan agar kami sebagai masyarakat mempunyai jembatan yang nyata dapat kami rasakan,” ungkap Huriah.
Dengan sinergi yang solid, target pengerjaan jembatan diharapkan dapat tercapai tepat waktu, sekaligus mengakhiri masa-masa sulit isolasi geografis yang dialami desa selama bertahun-tahun.
