Material Pasir Mulai Dikirim, Pembangunan Gereja Talitakum pada TMMD ke-125 Kodim 1705/Nabire Terus Berjalan

Nabire, 25 Juli 2025 — Kegiatan fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kodim 1705/Nabire terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu sasaran fisik utama, yakni pembangunan Gereja Talitakum di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, kini memasuki tahap penting dengan dimulainya pengiriman material pasir ke lokasi proyek.

Pengiriman material pasir ini menandai kelanjutan progres pembangunan rumah ibadah umat Kristen yang menjadi harapan masyarakat setempat. Material ini akan digunakan dalam proses pengecoran pondasi dan struktur awal bangunan gereja, yang dirancang untuk menjadi pusat kegiatan rohani dan sosial warga Kampung Manunggal Jaya.

Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Inf Marudut H. Simbolon, menyampaikan bahwa progres pembangunan Gereja Talitakum menjadi salah satu indikator keberhasilan TMMD dalam menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Masuknya material pasir ke lokasi adalah langkah krusial. Ini menunjukkan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan sasaran fisik ini tepat waktu dan berkualitas,” ujar Letkol Inf Simbolon.

Warga setempat bersama personel Satgas TMMD bahu-membahu menurunkan material dan menyiapkan lokasi pengecoran. Gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan di wilayah pedalaman Papua Tengah.

Danramil 1705-02/Napan, Lettu Inf La Samute, yang turut mengawasi kegiatan di lapangan, mengatakan bahwa material tambahan seperti batu, semen, dan besi juga akan segera menyusul, seiring dengan percepatan pengerjaan pondasi gereja.

“Kita targetkan progres terus meningkat setiap harinya. Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kampung,” ujar Danramil.

Melalui TMMD ke-125 ini, Kodim 1705/Nabire tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Papua Tengah.

Mungkin Anda juga menyukai