Dari Istana Bala Kuning ke Istana Negara: Perjalanan Sakral Panji Macan Putih Sumbawa
NTB — Sumbawa Besar — Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti halaman Istana Bala Kuning Sumbawa pada Senin (03/08/2026), saat Kodim 1607/Sumbawa menerima penyerahan Panji Kesultanan Sumbawa atau Bendera Macan Putih dari Lembaga Adat Tana Samawa.
Prosesi bersejarah ini diawali dengan penyambutan adat. Panji Kesultanan diserahkan langsung oleh Ir. Azhari Dwi Katlarat, cucu dari Sultan Muhammad Kaharuddin III, kepada Perwira Seksi Operasi Kodim 1607/Sumbawa, Lettu Kav Ridwan, sebagai simbol amanah dan penghormatan.
Bendera Macan Putih yang sarat makna sejarah dan menjadi lambang kejayaan Kesultanan Sumbawa akan dibawa menuju Istana Negara di Jakarta untuk mengikuti Kirab Panji-Panji Kesultanan Nusantara dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., melalui Perwira Seksi Oprasi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kodim 1607/Sumbawa untuk mengemban amanah membawa Panji Kesultanan Sumbawa ke tingkat nasional.
“Terima kasih atas sambutan hangat dan kehormatan yang diberikan kepada kami. Amanah ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kodim 1607/Sumbawa. Panji Kesultanan Sumbawa bukan sekadar bendera, tetapi simbol sejarah, jati diri, dan kehormatan masyarakat Tana Samawa yang harus kita jaga bersama,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan Panji Macan Putih dalam Kirab Panji-Panji Kesultanan Nusantara menjadi bukti bahwa warisan budaya daerah memiliki tempat yang terhormat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Melalui kirab nasional ini, kami berharap masyarakat Indonesia semakin mengenal kekayaan sejarah dan budaya Sumbawa. TNI akan selalu hadir mendukung pelestarian nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kekuatan bangsa. Menjaga budaya sama halnya dengan menjaga identitas nasional, karena sejarah adalah fondasi yang memperkuat persatuan Indonesia,” tegas Letkol Kav Basofi Cahyowibowo.
Pihak Kesultanan Sumbawa, melalui perwakilannya, mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan tersebut. Mereka menilai keterlibatan Panji Kesultanan Sumbawa di tingkat nasional merupakan momentum berharga untuk memperkenalkan warisan budaya Tana Samawa kepada masyarakat luas.
“Tidak semua panji kesultanan mendapat kesempatan ini. Kami berharap keikutsertaan Panji Macan Putih di Jakarta menjadi kebanggaan bersama dan semakin memperkuat semangat persatuan bangsa,” ungkap perwakilan Kesultanan.
Panji Kesultanan Sumbawa – Macan Putih memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Tana Samawa. Warna putih melambangkan kesucian, kejujuran, dan tekad luhur dalam memimpin rakyat, sedangkan sosok macan melambangkan keberanian, kewibawaan, dan kekuatan dalam menjaga kedaulatan negeri. Hingga kini, Panji Macan Putih tetap dijaga dan dihormati sebagai warisan budaya yang merepresentasikan kejayaan, persatuan, dan jati diri masyarakat Sumbawa.
Seusai prosesi penyerahan, Perwira Seksi Operasi Kodim 1607/Sumbawa Lettu Kav Ridwan beserta rombongan melaksanakan silaturahmi dengan keluarga besar Kesultanan Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau berbagai benda cagar budaya dan peninggalan sejarah yang tersimpan di Istana Bala Kuning. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk semakin mengenal kekayaan budaya Tana Samawa sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat adat.
Prosesi ini menjadi simbol sinergi antara TNI dan masyarakat adat, sekaligus penegasan bahwa nilai-nilai budaya dan sejarah harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas nasional.
Dengan keikutsertaan Panji Kesultanan Sumbawa pada kirab nasional, diharapkan semangat perjuangan, persatuan, dan kebanggaan daerah dapat bergema di panggung perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia di ibu kota.
