Aksi Warga Desa Sakuru Terpadu Dengan Koramil dan Dinas PUPR Sukses Memperoleh Solusi Jalan Rusak

Bima – Pada Senin, 2 Februari 2026, warga Desa Sakuru melakukan aksi protes terkait kondisi jalan yang rusak parah di lintas Tente-Parado. Dipimpin oleh Suherman, sekitar 20 warga berpartisipasi dalam aksi tersebut dengan menanam pohon pisang dan menebang dahan di bahu jalan untuk menarik perhatian pemerintah. Tindakan ini diambil sebagai respons atas ketidakpedulian pemerintah terhadap infrastruktur yang penting bagi mobilitas mereka.

Serda Sulaiman, Babinsa dari Koramil 1608-07/Monta, hadir di lokasi untuk memberikan himbauan agar aksi berlangsung dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Meskipun demikian, seruan tersebut belum sepenuhnya diindahkan oleh peserta aksi. Sebagai tindakan lanjut, Kapolsek Monta, AKP Sudarto, dan Kepala Desa Sakuru segera tiba untuk bernegosiasi dengan para pengunjuk rasa.

Dinas PUPR Kabupaten Bima yang diwakili oleh perwakilan teknis menjelaskan bahwa anggaran untuk pengaspalan jalan pada tahun ini belum tersedia. Namun, mereka berkomitmen untuk melakukan penanganan awal dengan memasukkan material RPA (Ruas Perbaikan Aspal) di titik-titik jalan yang rusak. Penjelasan ini berhasil meredakan ketegangan, dan akhirnya massa pembuat aksi membuka blokade, sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Situasi di lokasi pasca-protes tetap aman dan kondusif berkat upaya koordinasi antara Babinsa, kepolisian, dan aparat desa. Kerjasama ini menunjukkan pentingnya dialog dalam menanggapi aspirasi masyarakat untuk perbaikan infrastruktur yang lebih baik.

Mungkin Anda juga menyukai