Upaya Kolaborasi TNI dan Relawan Dalam Menanggulangi Karhutla Tanjung Puting

Kotawaringin Barat – Tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, pada Rabu (21/10/2026).
Dalam penanganan tersebut, penggunaan drone menjadi salah satu teknologi pendukung untuk membantu pemantauan kondisi lapangan, mengidentifikasi titik api, serta menentukan langkah penanganan yang lebih efektif di tengah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel TNI Kodim 1014/Pangkalan Bun, Brimob, Polres Kotawaringin Barat (Kobar), BPBD, petugas konservasi Taman Nasional Tanjung Puting, serta para relawan.
Seluruh unsur bekerja sama melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara dengan mengerahkan berbagai peralatan, mulai dari pompa air, sumur bor, hingga dukungan water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani secara langsung.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh unsur terkait, didukung pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kondisi medan. “Penggunaan drone dapat menjadi sarana pendukung untuk memperoleh gambaran situasi di lapangan, membantu pemantauan titik api, dan menentukan prioritas penanganan. Dengan dukungan teknologi, koordinasi yang baik, serta kerja sama seluruh unsur, upaya pemadaman diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Makin S.Sos., M.I.P., menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting adalah kondisi medan hutan yang sulit diakses serta karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat api berpotensi bertahan meskipun kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan. “Penggunaan drone sangat membantu dalam mendukung pemantauan kondisi kawasan yang sulit dijangkau.
Namun, penanganan tetap harus dilakukan secara terpadu melalui pengecekan lapangan, penyiraman menggunakan pompa air, pemanfaatan sumur bor, serta dukungan water bombing sesuai kebutuhan. Kami bersama seluruh unsur gabungan terus berupaya agar titik api dapat ditangani dan tidak kembali meluas,” ujarnya.
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan tropis, serta dikenal secara internasional sebagai salah satu pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan yang penting di dunia. Oleh karena itu, penanganan karhutla di kawasan tersebut tidak hanya bertujuan mencegah meluasnya kebakaran, tetapi juga melindungi habitat satwa liar dan menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui sinergi lintas instansi, pemanfaatan teknologi drone, serta pengerahan sarana pemadaman darat dan udara, tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran dan meminimalkan dampak kerusakan ekosistem.
