Satgas TMMD 128 Kodim Boalemo Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan Demi Kelancaran Mobilitas Warga

BOALEMO – Setiap hari yang berlalu di Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, Kamis (07/05/2026), menghadirkan perubahan nyata yang semakin terlihat jelas. Menjelang penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo, Satgas berhasil merealisasikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 60 meter. Capaian ini menjadi bukti konkret kerja kolektif yang terukur antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Sebelumnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur tanah merah yang sulit dilalui. Saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara pada musim kemarau debu tebal kerap mengganggu aktivitas warga. Kondisi itu berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, baik dalam mengangkut hasil pertanian maupun akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan umum. Kini, kondisi tersebut telah berubah drastis menjadi jalan beton yang lebih kokoh, rata, dan dapat dilalui sepanjang waktu.

Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 60 meter ini merupakan hasil kerja terpadu antara personel Kodim 1316/Boalemo, prajurit Yonif TP 915/Bitu’o, serta partisipasi aktif masyarakat Desa Hutamonu. Melalui pola kerja bergilir dan pembagian tugas yang terstruktur, setiap tahapan pekerjaan mulai dari pemadatan, pengecoran, hingga finishing dilakukan secara sistematis dengan tetap mengedepankan ketelitian dan standar kualitas konstruksi.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen di lapangan yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

“Mencapai 60 meter jalan rabat beton ini merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi. Namun yang lebih penting bukan hanya panjangnya, melainkan fungsi jalan ini sebagai penghubung ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menekan biaya transportasi hasil pertanian serta meningkatkan kelancaran mobilitas warga.

Dampak positif pembangunan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Para petani kini dapat mengangkut hasil panen menggunakan kendaraan roda empat hingga mendekati area produksi, sehingga distribusi menjadi lebih efisien. Sementara itu, aktivitas pelajar juga menjadi lebih nyaman karena tidak lagi harus melewati jalan berlumpur atau berdebu.

Menjelang batas akhir pelaksanaan TMMD pada 21 Mei 2026, Satgas terus melakukan percepatan pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas konstruksi. Letkol Czi Wiratama menegaskan bahwa ketahanan infrastruktur menjadi prioritas utama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pengerjaan akan terus kami percepat agar target tercapai tepat waktu, namun kualitas tetap menjadi prioritas. Jalan ini harus memiliki daya tahan yang baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan pembangunan ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang terus bersinergi dengan TNI dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memperlancar setiap tahapan pekerjaan.

Dengan capaian yang terus meningkat, pembangunan jalan rabat beton di Desa Hutamonu menjadi salah satu wujud nyata perubahan infrastruktur desa yang tidak hanya menghadirkan akses fisik, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(1316).

Mungkin Anda juga menyukai