Jeriken dan Harapan di Lubuk Tampang: Sumur Bor TMMD Jadi Penantian Ibu-Ibu Desa
Lahat — Pemandangan menyentuh terlihat di Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur. Sejumlah ibu-ibu datang silih berganti sambil membawa jeriken, berdiri menunggu dengan penuh harap di sekitar lokasi pembangunan sumur bor program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0405/Lahat, Jumat (24/4/2026).
Meski pengerjaan belum sepenuhnya rampung, sumur bor tersebut telah menjadi pusat perhatian warga. Bagi para ibu rumah tangga, kehadiran sumber air bersih ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi kesulitan air.
Kepala Desa Lubuk Tampang, Taufiqurahman, mengungkapkan bahwa persoalan air bersih selama ini memang menjadi kebutuhan paling mendesak di desanya, terutama bagi kaum ibu yang setiap hari mengurus kebutuhan rumah tangga.
“Yang paling merasakan itu ibu-ibu. Mereka yang setiap hari mengurus kebutuhan air di rumah,” ujarnya.
Dengan penuh kesabaran, para ibu tampak menggenggam jeriken, seolah tak ingin melewatkan momen ketika air bersih itu akhirnya bisa dinikmati secara langsung.
Salah satu warga, Siti (38), mengaku sudah tak sabar menanti sumur bor tersebut bisa segera digunakan. Selama ini, ia harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.
“Biasanya kami harus ambil air jauh. Kalau ini sudah jadi, sangat membantu kami,” katanya penuh harap.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0405/Lahat, Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, SH., M.Sos., menegaskan bahwa pembangunan sumur bor menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana pentingnya air bersih, terutama bagi ibu-ibu. Ini yang menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, kehadiran sumur bor ini menjadi simbol kepedulian dan solusi nyata bagi warga. Di Desa Lubuk Tampang, jeriken yang digenggam ibu-ibu bukan hanya wadah air, tetapi juga lambang kesabaran, harapan, dan doa yang kini perlahan menjadi kenyataan.
