Peletakan Batu Pertama Rumah Warga Sibenpopo, Tanda Pemulihan Pasca Konflik
Patani Barat – Setelah terjadinya konflik, situasi di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, menunjukkan perbaikan yang signifikan. Perkembangan ini ditandai dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan enam unit rumah bagi penduduk Desa Sibenpopo, yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses pemulihan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 7 April 2026.
Peletakan batu pertama ini dipimpin oleh Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., selaku Danrem 152/Baabullah, bersama Irjen Pol. Waris Agono, M.Si., Kapolda Maluku Utara, serta Bupati Halmahera Tengah. Momen ini menjadi simbol keberhasilan mediasi serta kolaborasi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas di daerah tersebut.
Dalam keterangannya, Danrem 152/Baabullah menegaskan bahwa pembangunan rumah bagi warga merupakan manifestasi dari komitmen bersama untuk membantu masyarakat bangkit dan menjalani kehidupan normal. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan warga, dalam menjaga situasi tetap aman.
Kapolda Maluku Utara menekankan pentingnya menjaga keamanan serta memperkuat persatuan di antara warga. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa konflik sebagai pelajaran agar dapat hidup harmonis dan damai ke depan.
Bupati Halmahera Tengah memberikan apresiasi atas kontribusi aktif TNI dan Polri dalam membantu pemerintah daerah menyelesaikan konflik sekaligus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak.
Peletakan batu pertama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemulihan menyeluruh di Desa Sibenpopo, serta memperkuat semangat persatuan di masyarakat. Dengan pembangunan kembali rumah-rumah warga, diharapkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih dan berjalan normal kembali. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa melalui sinergi dan pendekatan persuasif, konflik dapat diatasi dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
