Perubahan Hidup Bapak Suhono: Dari Dinding Basah Menuju Harapan Baru
Pesawaran — Di siang hari yang cerah di Desa Tanjung Rejo, suara gesekan roskam dengan dinding rumah Bapak Suhono terdengar berulang. Proses perataan adukan semen ini bertujuan menutup celah-celah yang selama ini menjadi saksi akan dinginnya malam dan derasnya hujan yang masuk tanpa izin.
Bapak Suhono, salah satu penerima manfaat program RTLH dari Kodim 0421/Lampung Selatan dalam TMMD ke-127, kini menyaksikan tahap plester dinding bagian dalam dan pemasangan pintu kamar mandi. Walaupun tampak sederhana, proses ini merupakan simbol perubahan besar bagi keluarganya.
“Dulu, saat hujan, kami harus menyiapkan ember di dalam rumah,” ungkapnya dengan nada pelan. “Anak-anak tidur berdesakan agar tidak terkena tetesan air.”
Seorang anggota satgas yang ikut serta dalam proyek tersebut menghentikan pekerjaannya sejenak dan menegaskan, “Sekarang, Pak, rumah ini akan menjadi tempat yang aman. Keluarga Bapak bisa beristirahat dengan tenang.”
Dengan hati-hati, pintu kamar mandi dipasang dan engsel dikencangkan. Saat pintu itu berdiri tegak, seolah menandai awal kehidupan baru bagi keluarga kecil tersebut – tentang privasi, martabat, dan kenyamanan yang selama ini hanya menjadi impian.
Para prajurit TNI dan warga setempat bekerja keras, meskipun keringat membasahi seragam mereka, wajah-wajah mereka terpancar kebanggaan. Karena apa yang mereka lakukan hari ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi penutupan celah kesulitan dan pembukaan pintu harapan. Dengan demikian, Bapak Suhono akhirnya dapat tersenyum—bukan lagi hanya untuk bertahan, tetapi karena masa depan keluarganya kini berdiri lebih kokoh dari sebelumnya.
