Proses Seleksi Calon Bintara TNI AD 2026: Transparansi dan Objektivitas Jadi Prioritas
Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., memimpin Sidang Pemilihan Calon Bintara Program Khusus TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Sudirman, Makodam II/Sriwijaya, Palembang, pada Selasa, 3 Februari 2026. Sidang ini bertujuan untuk menentukan alokasi pengiriman calon prajurit yang akan mengikuti tahap berikutnya di Sub Panitia Pusat.
Berdasarkan data pendaftaran yang ditutup pada 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.265 orang mendaftar secara daring, dengan 1.465 di antaranya berhasil melakukan validasi ulang. Tingginya minat masyarakat menunjukkan besarnya antusiasme untuk bergabung dengan TNI AD.
Proses seleksi dilakukan dengan ketat menggunakan sistem gugur secara bersamaan, di mana panitia akan menyaring kandidat hingga mencapai tiga kali alokasi untuk sidang tingkat Panda. Dari situ, akan dipilih 1,5 kali alokasi terbaik yang berhak melanjutkan ke seleksi di tingkat Sub Panpus.
Dalam sambutannya, Brigjen Iwan Ma’ruf menegaskan pentingnya menjaga transparansi dan objektivitas dalam proses penerimaan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap calon prajurit yang terpilih adalah mereka yang memiliki kualitas fisik, mental, dan administrasi yang layak untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD yang terus berkembang dan membutuhkan prajurit berkualitas dengan integritas tinggi. Proses ini menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus TNI yang profesional dan handal.
